Sahabat
Sahabat kau menyediakan bahu untuk menangis
Kau membuka pelukan demi ketenangan
Menyalurkan kehangatan pada suatu keterpurukan
Mengadahkan tangan saat terjatuh
Mengalirkan air mata di sebuah kebahagiaan
Meneguhkan hati untuk suatu perjuangan
Berkata pahit untuk memacu
Berpaling demi menghilangkan keegoisan
Berfikir tanpa amarah dengan pembuktian
Tawamu tak pernah palsu
Sedihmu tak pernah sebentar
Amarahmu tak hanya sekedar kata
Tidak pergi saatku terpuruk
Tak ingin didepan ketika ku gemilang
Terus mendampingi saat ku susah atau senang
Terimakasih